Cerita Inspirasi

Nama ku Susan fhasella aku terlahir sebagai anak ketiga dari pasangan Hasan jais dan Fatiah. Aku lahir dari keluarga yang biasa saja. Tidak berlimpah harta,namun tidak juga kekurangan.aku menjalani hidupku dengan damai bersama keluarga ku, penuh canda, tawa,dan bahagia. Dan semua kebahagiaan itu semakin terasa lengkap manakala q di terima di instiute pertanian bogor melalui jalur USMI sebuah institute impian ku yang selalu aku angan-angan kan selama bangku SMA.aku selalu bermimpi bahwa suatu saat aku pasti akan berada disana menginjakan kaki ku duduk dan belajar di kelasnya yang dingin.

Untuk mewujudkan mimpi ku itu sebisa mungkin aku belajar dan berusaha,dan alhamdulillah usaha ku tidak sia-sia aku bahagia sekali.namun kebahagiaan itu seakan akan terhenti, dunia ku serasa tak lagi berputar. Menjelang kelulusan SMA keluarga ku ditimpa musibah.papa,orang yang selama ini menjadi kepala sekalipun sumber kehidupan keluarga ku jatuh sakit dan dirawat diRumah Sakit selama 1bulan sampai-sampai seluruh biaya untuk pendaftaran awal kuliah ku habis terpakai. Saat itu aku benar-benar putus asa,mungkin pendidikan ku akan terhenti sampai di sini. Demi kesehatan papa aku iklas melupakan impian ku. Namun ternyata tuhan masih saying kepadaku, seperti sebuah mimpi namun ini nyata, aku mendapat bantuan dari pihak sekolah. Alhamdulillah ya allah, tak henti aku bersyukur pada allah. Aku sangat bersyukur, aku di kelilingi orang-orang yang menyayangi q. dengan bantuan pihak sekolah aku bisa membayar biaya awal pendidikan ku di IPB.namun perjuangan keluargaku tidak sampai di sana.keluargaku masih memikirkan biaya persemester, dari mana kami mendapatkannya????

Sementara saat ini papa tidak dapat bekerja lagi, namun aku percaya tuhan tidak pernah membiarkan hambanya berada dalam kesulitan. Tuhan menjawab semua doa disetiap sujud ku. Aku mendapat beasiswa dari IPB Thanks God…….

“Aku Ingin Bahagia”

Aku masih berdiri tepaku hujan di depan ku belum juga reda. “ Mbak paying Mbak…?” seraut wajah polos membuyarkan lamunan ku. Tangannya menyodorkan payung sementara matanya menatapku penuh harap. Aku hanya bisa tersenyum dan menggeleng.

Bocah cilik itu kelihatan tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya dia menunduk lantas beranjak dari sisi ku. Aku hanya bisa memandangnya… ah,aku pun pernah menemui kekecewaan. Bukan sekali,bahkan nyaris aku berpikir setiap tarik nafas ku akrab dengan kekecewaan.

Dulu siapa menduga aku bisa berdiri disini di depan sebuah bangunan impian yang aku rintis sejak 5 tahun lalu. Yach mimpiku kini telah menjadi sebuah kenyataan,sebuah mimpi mulia.berkat sebuah mimpi dan usaha aku bisa membangun sebuah panti jompo walau ini bukan sebuah panti yang besar tapi aku bangga, aku bangga bisa menolong sesama….

Dulu ketika masih kecil aku acapkali menangis namun hanya sendiri…tak ada yang tau mama,papa,kakak-kakak ku…semua tak pernah mau tau…aku sering menangisi nasib-nasib para jompo yang terlantar di jalanan…tiap kali aku mengutarakan perasaan empati ku tentang orang-orang terlantar itu kelurgaku selalu mencemoohkan …yah, aku bisa apa aku anak yang selalu di pandang dengan sebelah mata. Aku hitam,kecil,pendek,bego atau bisa di bilang idiot. Aku tidak bisa apa-apa,jangan kan untuk memikirkan orang lain memikirkan diriku sendiri aku tidak becus…begitulah kata mereka. Deg…setiap kali ingat kata-kata itu jantung ku langsung bedetak kencang. Aku atau aku idiot, lagi jelek, begok dan tak berguna. Namum dalam hati ini juga berdetak jantung, hati dan perasaan yang sama. Perasaan.. ?? yach…perasaaan. Aku juga punya perasaan yang juga sama-sama ingin di akui, sama-sama ingin di anggap ada dan mampu sama seperti yang lain, mereka boleh berkata bahwa mereka sempurna,mereka kaya, pintar,punya segalanya,tapi apakah mereka pernah berpikir untuk berbagi terhadap sesama.

Dari semua pengalaman itu aku bertekat untuk bangkit. Aku percaya ada kuasa dalam doa.impian ku bertahun-tahun yang tak pernah dipandang,bahkan selalu jadi bahan tertawaan terjawab sudah. Aku berjanji akan mengabdikan hidup ku untuk para lansia itu.

Posted in Uncategorized | Leave a comment